DULU 'sixth note xD'

 
Jika kau pernah mencintai dan menerima aku apa adanya
Apa susahnya untuk komitmen dan konsisten dengan hal sekecil itu?
Jika kau pernah berjanji untuk menjadi seorang pahlawan
Apa susahnya untuk tetap melanjutkan perjuangan tersebut?
Jika kau pernah luruh dalam suatu rasa akan cinta pertamamu
Apa susahnya untuk terus larut dalam keluruhan indah tersebut?

Untuk Ibu

‘Alkisah ada seorang pemuda yang datang kepada gurunya, kemudian mengeluh tentang semua kejelekan ibunya. Mendengar hal itu sang guru lalu memerintahkan pemuda tersebut untuk menuliskan semua kejelekan ibunya di secarik kertas. Lalu ditulislah semua keburukan dan kejelekan ibunya tersebut, mulai dari ibunya sok tahu, pendengki, pendedam, suka menghina, dan bla bla bla. Setelah itu sang guru kemudian memerintahkan pemuda tersebut untuk menulis semua kebaikan ibunya. Tak lama berpikir, sang pemuda-pun mulai menulis lagi; sewaktu di perut ibu, sembilan bulan aku tak henti-hentinya menghisap darah ibu, saat itu beliau sangat lelah. Jangankan berjalan, berbaring-pun terasa sakit bahkan bernafas-pun sulit, dan seterusnya, dan sebagainya, dan lain-lain.
Lama menulis dengan penuh penghayatan, tak terasa berlinanglah air matanya. Ia mulai sadar bahwa apapun bentuk kejelekan ibunya tersebut, itu tak akan sebanding dengan apa yang telah ibunya lakukan terhadapnya.’

Petuah Cinta Sepucuk Angpau Merah


ü Cinta itu macam musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya sudah lama berhenti.

ü Cinta sejati laksana sungai besar. Mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti, semakin lama semakin besar sungainya, karena semakin lama semakin banyak anak sungai perasaan yang bertemu.

ü Cinta sejati adalah perjalanan; tidak pernah memiliki ujung, tujuan, apalagi hanya sekedar muara. Air di laut akan menguap, menjadi hujan, turun di gunung-gunung tinggi, kembali menjadi ribuan sungai perasaan, lantas menyatu menjadi sungai besar layaknya Sungai Kapuas maupun Sungai Saddang. Siklus itu tak pernah berhenti, begitu pula dengan cinta.

Pesantren? Nyesekkin? Oh, NO!

Namaku Nadya, umur 16 tahun. Cukup tua, bukan? Jika dilihat dari body-ku yang imut pake ‘b.g.t’ (huahaaha XD), orang-orang pasti gak bakal percaya kalau aku sudah kelas 1 SMA, sudah 16 tahun pula. Namun, beginilah aku. Aku sudah sangat terbiasa mendapatkan ocehan-ocehan yang kadang ‘agak’ mengiris hati. Mau bilang apa lagi coba? Itu sudah kenyataan kok, jadi hadapi saja. Untung aku orangnya bukan tipe pendendam.
Aku juga alhamdulillah tidak pernah berkecil hati dengan itu semua, malah aku bersyukur karena di balik semua kekuranganku terdapat seribu-dua ribu kelebihan yang membuat banyak orang tercengang! (lebay mode on :/)

Muda-Mudi di Era Perkembangan Global


Capek bertutur tentang cinta, cinta, dan cinta... saatnya kita 'magosip' lagi tentang gaya colourfull remaja saat ini. Dengan beberapa perhitungan yang 'kurang matang', serta fakta dari beberapa ahli, saya akhirnya berani menyimpulkan pelbagai rangkaian kalimat-kalimat 'wah' di bawah ini. chek this out...

Layaknya yang kita ketahui, kata ‘remaja’ adalah salah satu unsur komunitas terbesar yang tak dapat dipisahkan dari globalisasi dunia saat ini, apa itu berkaitan dengan norma, hukum, maupun moralitas atau akhlak. Remaja yang terlahir sebagai khalifah ‘junior’ di bumi adalah individu atau organisme yang dipersiapkan untuk menjadi khalifah ‘senior’ di puncak kematangannya nanti, yaitu ketika menduduki usia dewasa.
Namun, apakah dengan menyangkut potensi di atas seorang remaja bisa dengan seyogyanya mengeluarkan semua unek-unek atau kekreatifan ‘abal-abalnya’? Tidak! 

Perandaian Cinta Versi Ongel-Ongel

Mencintai orang sepertimu bagaikan memeluk kaktus yang sudah gundul durinya
Meskipun sudah mulus, namun pasti ada saja beberapa duri yang tertinggal
Semakin dipeluk semakin terasa sakitnya
Andai kau bisa mengerti, sekaaali saja
Rasa sakit itu tiap hari makin bertambah
Namun tetap kucoba kutepis meskipun terlalu pahit rasanya

Tentang Kita Yang Tak Jodoh


         “Kering air mataku, mengingat tentangmu... Tentang kita yang tak jodoh... Uuuu”
         “Imam, bisa diam tidak!”
Aku semakin frustasi meratapi deru hujan yang mulai menjadi rintik kecil sedikit demi sedikit. Hari ini matahari seakan ikut merasakan kepedihan yang kurasakan sehingga enggan menampakkan sinar kemilau keemasaannya sedari pagi. Pukul 10.00.  Ya, setengah jam lagi orang yang begitu kucintai dan kusayangi dengan segenap hatiku akan pergi untuk selamanya. Bukan untuk kembali ke sisi Sang Maha Raja, melainkan untuk beranjak ke pelukan orang lain. Dan sialnya, ITU BUKAN AKU!

Cerita dibalik Ketupat Lebaran


        “Ketupat? Hah? Ketupat? Ih, jangan harap gue mau!” Galang memanyunkan bibirnya. Cowok 16 tahun ini masih saja setia dengan handphone Nokia Lumia 610 yang dibelikan maminya kemarin. Di malam lebaran ini, tangannya sudah benar-benar gatal ingin menyambet kunci motor maticnya yang sedari tadi disita oleh maminya. Pantatnya juga turut gatal tak sabaran ingin pawai keliling kota bersama sahabat-sahabatnya, Ari, Yoga dan Lilis. Ya, malam idul fitri begini sudah tak lazim kalau remaja seumurannya hanya tinggal diam di rumah sambil menatapi ketupat dan opor ayam yang sudah menjadi andalan tiap tahunnya. Apalagi Galang begitu benci dengan ketupat. Alasannya? Sesuatu.

Kicauan Kami Selama di Ma'had XD

     Berikut ini adalah beberapa cuap-cuap gadis-gadis 915 yang besar dan digembleng habis-habisan di ma'had selama 3 tahun lamanya. Siap-siap ambil minyak kayu putih sebelum perut anda mules karena beberapa salinan di bawah ini 'mungkin' akan mengocok perut :D


@Ikha: Saat lari subuh keliling kampus (karena telat shalat subuh berjamaah) saya jatuh disamping aula mini.

Mencari Ridha-Mu

Kutemukan jalan setapak berbatu
Dalam mimpi panjang yang bagai tak pernah usai
Kulangkahkan kaki kecilku menyusuri waktu
Yang kelam tanpa bintang untuk menghiasi nurani

dan Roda Kehidupan Itu


      Satu satu, aku sayang ibu
      Dua dua, juga sayang ayah...
Sayup-sayup kudengar lagu seirama yang membuat aku semakin terhanyut dalam tidur nyenyakku. Lagu yang berbirama sama, dan endingnya dengan melodi yang sedikit naik. Lagu lama yag juga telah lama membekas di hati, yang bagai tak pernah lapuk di makan rayap jiwa yang semakin hari semakin bersemedi jauh dari titik pusaranya. Yang dulu. Ya, yang dulu. Sesuatu yang dulu yang tak akan pernah hilang dari ingatan. Yang akan selalu terpatri di benak, yang akan selalu tercantum dalam memori, yang akan selalu me-remind bahwa pernyataan ‘where there’s a will, there’s a way’ bear-benar adalah bukti yang nyata.

"RINDU"

Aku terhuyung, menjajaki napak tilas deru nafasku.
Baru kusadari Engkau telah begitu jauh,
Menggapai angan-angan surga di tepi barat.
          Aku mengenal-Mu, sangat mengenal-Mu
          Tapi itu dulu.

Pacaran? Menurut Gue Pacaran Itu...

     Sensasional! Kata pertama yang bisa saya ungkapkan hanya sensasional. Kenapa? Dimana-mana, orang yang menjalin relationship itu pasti penuh dengan sensasi alias selalu cari sensasi. Ada yang mengelak? Jangan bohong dengan hati kecil anda sendiri yang meskipun melakukan hubungan sembunyi-sembunyi, namun semua itu terasa tawar tanpa garam jika anda tak berorasi sedikit saja kepada dunia bahwa anda memiliki pujaan hati baru.

*3 tahun bersama 915 tercinta*



      MENIKMATI dunia-dunia SMP, yang kurang lebih tinggal 5 bulan lagi
      Sedu-sedan selama mengenakan seragam putih biru, mungkin tak akan pernah 
      terlupakan.
      Tangis.
      Canda.
      Tawa.
      Teriakan kelulusan.
      Adalah hal terindah yang selalu terekam dalam memori.

Bintil Merah Menyakitkan


         “Aaaaaa............”
         “Kenapa lo, Lang?”
         “Lihat nih, di jidat gue!”
         “Hahay, lo kena jerawat, Lang! Jerawat cinta tuh!”
         “Sumpe, lo?”
         Wulang tak henti-hentinya memandangi wajahnya di cermin. Tujuh belas tahun dia hidup di dunia yang ekstream ini (menurutnya), baru kali ini dia kena jerawat super besar yang bisa dibilang besarnya melebihi bisul merah di bokong adik semata wayangnya yang baru berumur enam bulan. Suatu rekor yang pantas direspon dengan kata WOW!, membuat sang pemilik ‘bintil merah’ semakin miris bahkan nyaris, mati!

Perjalanan Kami Bersama di Archery 915

Archery 915 terbentuk pada tanggal 09 Desember 2009.. beberapa hari sebelum ulangan semester satu pada saat kami semua masih duduk di bangku kelas 1. Archery 915 merupakan periode yang menempati angkatan 45 dalam sejarah berdirinya IMMIM Putri Minasate'ne Pangkep. Awalnya periode ini di beri nama oleh Kak An-Nisaa Nurzaak yaitu FELIX,

Nasi Goreng Safira


Pukul 23.30 WIB.

      Tek tek tek ... Suara mesin ketik itu masih terdengar saat aku terbangun untuk melaksanakan kebiasaanku tiap malamnya, buang air kecil. Sejenak aku tertegun menatapi Safira, teman se-kosanku yang datang jauh-jauh dari Gorontalo itu masih saja sibuk mengerjakan artikel yang tak tahu juga untuk apa dikerjakannya. Aku memelas. Lalu menghembuskan nafasku ringan. Lama mengamatinya dengan seksama membuat rasa ingin buang air kecilku hilang. Akupun tersadar, astaga... aku kan mau kencing! Buat apa aku tinggal melongo di sini! . Setelah tersadar, dengan badan yang masih linglung dibuai mimpi indah yang kuharap masih continue, aku lalu beranjak menuju kamar kecil.