Move up dengan move on sama? Ah, jangan salah!
Sebagai santriwati alias murid yang sehari-harinya melanglang dengan dunia pondok, pasti ada beberapa hal yang lebih kita ketahui dibanding orang lain. Bukannya sombong, namun disinlah letak kelebihan para tilmiyzun maupun tilmiyzatun yang Insya Allah kesehariannya selalu diberkahi Allah.
Salah satunya, yaaa persepsi move on di kalangan para remaja elit dan konsumtif akan suatu hubungan 'ga jelas' yang akrabnya disapa pacaran.
Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang teman dari Tangerang yang sedang berlibur di kampung halaman dan kebetulan dia juga adalah ekhemmmm... orang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup saya. Di bertanya kepada saya; Apakah saya sudah move on? Dengan tegas saya menjawab TIDAK! Dia sempat tertegun, tersentak, diam, lalu menatap mata saya dalam-dalam. Saya yang hanya duduk sambil melempar-lempar kaki tersenyum tipis. Selang beberapa detik, saya kemudian menatap matanya yang seakan penuh tanda tanya lalu berkata pelan sambil mengernyitkan dahi; Saya tidak move on. Saya MOVE UP!