Untuk Ibu

‘Alkisah ada seorang pemuda yang datang kepada gurunya, kemudian mengeluh tentang semua kejelekan ibunya. Mendengar hal itu sang guru lalu memerintahkan pemuda tersebut untuk menuliskan semua kejelekan ibunya di secarik kertas. Lalu ditulislah semua keburukan dan kejelekan ibunya tersebut, mulai dari ibunya sok tahu, pendengki, pendedam, suka menghina, dan bla bla bla. Setelah itu sang guru kemudian memerintahkan pemuda tersebut untuk menulis semua kebaikan ibunya. Tak lama berpikir, sang pemuda-pun mulai menulis lagi; sewaktu di perut ibu, sembilan bulan aku tak henti-hentinya menghisap darah ibu, saat itu beliau sangat lelah. Jangankan berjalan, berbaring-pun terasa sakit bahkan bernafas-pun sulit, dan seterusnya, dan sebagainya, dan lain-lain.
Lama menulis dengan penuh penghayatan, tak terasa berlinanglah air matanya. Ia mulai sadar bahwa apapun bentuk kejelekan ibunya tersebut, itu tak akan sebanding dengan apa yang telah ibunya lakukan terhadapnya.’

Petuah Cinta Sepucuk Angpau Merah


ü Cinta itu macam musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya sudah lama berhenti.

ü Cinta sejati laksana sungai besar. Mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti, semakin lama semakin besar sungainya, karena semakin lama semakin banyak anak sungai perasaan yang bertemu.

ü Cinta sejati adalah perjalanan; tidak pernah memiliki ujung, tujuan, apalagi hanya sekedar muara. Air di laut akan menguap, menjadi hujan, turun di gunung-gunung tinggi, kembali menjadi ribuan sungai perasaan, lantas menyatu menjadi sungai besar layaknya Sungai Kapuas maupun Sungai Saddang. Siklus itu tak pernah berhenti, begitu pula dengan cinta.

Pesantren? Nyesekkin? Oh, NO!

Namaku Nadya, umur 16 tahun. Cukup tua, bukan? Jika dilihat dari body-ku yang imut pake ‘b.g.t’ (huahaaha XD), orang-orang pasti gak bakal percaya kalau aku sudah kelas 1 SMA, sudah 16 tahun pula. Namun, beginilah aku. Aku sudah sangat terbiasa mendapatkan ocehan-ocehan yang kadang ‘agak’ mengiris hati. Mau bilang apa lagi coba? Itu sudah kenyataan kok, jadi hadapi saja. Untung aku orangnya bukan tipe pendendam.
Aku juga alhamdulillah tidak pernah berkecil hati dengan itu semua, malah aku bersyukur karena di balik semua kekuranganku terdapat seribu-dua ribu kelebihan yang membuat banyak orang tercengang! (lebay mode on :/)

Muda-Mudi di Era Perkembangan Global


Capek bertutur tentang cinta, cinta, dan cinta... saatnya kita 'magosip' lagi tentang gaya colourfull remaja saat ini. Dengan beberapa perhitungan yang 'kurang matang', serta fakta dari beberapa ahli, saya akhirnya berani menyimpulkan pelbagai rangkaian kalimat-kalimat 'wah' di bawah ini. chek this out...

Layaknya yang kita ketahui, kata ‘remaja’ adalah salah satu unsur komunitas terbesar yang tak dapat dipisahkan dari globalisasi dunia saat ini, apa itu berkaitan dengan norma, hukum, maupun moralitas atau akhlak. Remaja yang terlahir sebagai khalifah ‘junior’ di bumi adalah individu atau organisme yang dipersiapkan untuk menjadi khalifah ‘senior’ di puncak kematangannya nanti, yaitu ketika menduduki usia dewasa.
Namun, apakah dengan menyangkut potensi di atas seorang remaja bisa dengan seyogyanya mengeluarkan semua unek-unek atau kekreatifan ‘abal-abalnya’? Tidak!