All About Twenty One (Madness Edition :))

Mad...
Kau tahu tidak? 
Semenjak tanggal 21 Desember 2012 yang lalu hatiku itu gak bisa berhenti nangis!
Ya, nangis mikirin kamu.
Nangi mikirin planning-planning indah yang ternyata tersendat di tengah jalan.
Mad...
Kau ingat tidak?
Waktu tanggal 21 Mei 2012 yang lalu kau betul-betul mengubah hidup aku!
Aku yang serba cuek akanmu, aku yang serba tak peduli dengan berbagai tingkahmu,
Saat itu berbalik seratus delapan puluh derajat.

Takkan Tergantikan


Titttt....
        “Halo, iya? Kenapa, Nad?”
        “Abang, aku bermasalah lagi sama ummi dengan bapak!”
        “Kok bisa? Ada masalah apa lagi?”
        “Bapak sama ummi marah gara-gara semalam aku minta dibuatin pidato. Katanya jangan terlalu suka ngeribetin orang tua. Padahal, aku kira bakal direspon baik karena pidato itu buat lomba tingkat provinsi.”
        “Kamu rada maksa, kali! Ingat Nad, apapun yang dikatakan ibu bapak kamu itu benar adanya. Apalagi kamu bilang pelajaran kamu sekarang lagi pada terlantar. Kan nggak lucu kalau kamu bisa juara 1 lomba pidato tingkat alam semesta terus nggak naik kelas!”