Capek bertutur tentang cinta, cinta, dan cinta... saatnya kita 'magosip' lagi tentang gaya colourfull remaja saat ini. Dengan beberapa perhitungan yang 'kurang matang', serta fakta dari beberapa ahli, saya akhirnya berani menyimpulkan pelbagai rangkaian kalimat-kalimat 'wah' di bawah ini. chek this out...
Layaknya yang kita ketahui, kata ‘remaja’ adalah salah satu unsur komunitas terbesar yang tak dapat dipisahkan dari globalisasi dunia saat ini, apa itu berkaitan dengan norma, hukum, maupun moralitas atau akhlak. Remaja yang terlahir sebagai khalifah ‘junior’ di bumi adalah individu atau organisme yang dipersiapkan untuk menjadi khalifah ‘senior’ di puncak kematangannya nanti, yaitu ketika menduduki usia dewasa.
Namun, apakah dengan menyangkut potensi di atas seorang remaja bisa dengan seyogyanya mengeluarkan semua unek-unek atau kekreatifan ‘abal-abalnya’? Tidak!
Kreatif itu perlu, inovatif apalagi dan itu semua wajib dicanangkan pada diri seorang remaja, apalagi kita sebagai remaja muslim. Namun, mau tidak mau semua ‘kekreatifan’ tersebut perlu di batasi. Seorang remaja kebanyakan mengeluarkan semua potensinya tersebut dalam pergaulan. Dan dari pergaulan tersebut muncullah banyak dan sangat banyak kajian tentang adab dan moralitas remaja masa kini. Dalam buku ‘Gaul Gaya Rasul’ karya Aisha Cuang dan M. Shodiq Mustika, bab III halaman 26, pergaulan remaja itu bersifat global atau universal, yaitu luas tanpa dibatasi oleh tirai pemisah. Mengapa demikian? Karena Rasulullah SAW sendiri dan para sahabatnya masih terus berbaur dengan leluasa tanpa tirai pemisah sampai akhir hayat. Nabi yang pada faktanya adalah seorang laki-laki, tetap bergaul dengan sahabat wanitanya yang jelas-jelas bukan muhrimnya. Mereka itu adalah shahabiyat yang bergaul bukan layaknya remaja masa kini yang berbaur tanpa batas dan tidak lagi mengindahkan adat dan adab Islamiah, namun mereka bergaul akrab untuk bersama-sama menilik perbendaharaan Islam ke arah yang lebih baik kedepannya. Nah, gaul begini bagus, kan? Inilah contoh gaul muda-mudi yang dicontohkan Rasul kepada kita untuk dijadikan tuntunan.
Sekarang, jika ditilik dari satu tempat ke tempat lainnya, dari satu keramaian ke keramaian lainnya, dari satu sikon ke sikon lainnya, apakah remaja masih tetap ‘Gaul Gaya Rasul’? What the fact? TIDAK! Tidak sama sekali. Remaja yang masih dalam proses menuju kedewasaan pada hari ini kenyataannya sudah sangat jauh dari norma yang berlaku. Berjalan di mal sambil bergandengan tangan, berangkulan, berpelukan, bahkan berciuman di depan umum! Nauzubillah! Dan lucunya, semua itu hanya mendapat tatapan acuh tak acuh bahkan iri dari individu sekelilingnya. Jadi, masihkah kita hanya menyalahkan remaja sebagai ‘organisme yang berbuat’ saja? Tidak selamanya. Remaja yang berkembang saat ini sikap dan perilakunya juga tergantung dari didikan lingkungan, dan terutama orang tuanya. Seorang anak gadis yang diizinkan keluar sampai tengah malam apakah wajar? Tidak, sangat tidak wajar. Namun, jika diizinkan oleh orangtua? Nah, di sinilah letak kenegatifan tersebut. Di sinilah letak black hole alias lubang hitamnya. Ditambah lagi digandrungi dengan lingkungan ‘SUPER ABG’ yang bisa di bilang WOW. Keluyuran tengah malam, diskotik dan tempat karaokean tempat nongkrongnya, lending di pantai losari, sampai pesan kamar di hotel atau losmen, apakah itu semua terjadi tanpa ada yang menyebabkan? Tentu tidak. Secara signifikan, ada 3 penyebab mengapa seorang remaja bisa terlibat dalam kondisi seperti di atas, yaitu:
1. Ketidak acuhan orang tua yang lebih mementingkan pekerjaan sehingga anaknya jauh dari kata ‘terdidik oleh orangtua’
2. Lingkungan yang semakin menggila sehingga dengan gampangnya merembeskan seorang remaja bak air yang terus mengalir mengikuti arus.
3. Sifat remaja yang selalu ingin tahu dan itu semua terjadi karena kurangnya pendidikan agama yang merupakan penuntun utama menuju kesuksesan pergaulan, dunia akhirat.
Berdasarkan penuturan di atas, dapat diketahui bahwa memang remaja adalah sosok yang tak bisa lepas dari orangtua, lingkungan, bahkan kontrol diri sendiri. Dan itu semua ternyata harus dilandasi dengan ilmu agama yang kuat dan kokoh. Mengapa? Karena dalam ilmu agama itulah seorang remaja mendapatkan tuntunan dan panutan dalam melaksanakan pergaulan di kehidupan mereka masing-masing. Bagaimana jika bertatapan dengan lawan jenis? Ada dalam Al-Qur’an. Bagaimana jika kita akrab dengan lawan jenis? Ada pula dalam Al-Qur’an. Bagaimana cara kita menghadapi sosok lawan jenis yang memiliki nafsu syahwat yang tinggi? Ada pula dalam Al-Qur’an. Kesemua hal tersebut sudah ditorehkan secara terperinci dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jadi, apa lagi yang mesti kita tunggu!
Kembali bertutur tentang kekreatifan remaja, ada kalanya kreatif itulah yang akan menonjolkan potensi terpendam seorang remaja. Kreatif dalam hal ini adalah kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh seorang remaja dalam menunjukkan bahwa ia bisa. Sesuai yang diutarakan sebelumnya, namun tidak semua kreatif itu harus dipamerkan. Contohnya saja, seorang remaja memiliki bakat untuk merancang baju alias desainer, maka kekreatifan tersebut harus diarahkan ke jalan yang lebih baik. Tidak usahlah remaja tersebut mendesain baju yang mini atas bawah maupun lubang depan belakang, namun sebaiknya kalau ia merancang baju muslimah sebagai seorang remaja muslim yang taat. Toh,dengan cara seperti ini ia akan mendapatkan penghargaan dan juga mendapatkan pahala. Seorang remaja memiliki suara yang merdu, daripada ia menghabiskan suaranya dengan berorasi tidak jelas ataupun menyanyikan lagu-lagu yang tak bermanfaat sama sekali, maka hendaklah ia lebih baik untuk belajar tadarrusan bahkan tilawah. Dengan itu maka potensinya akan ditilik dan dikagumi. Itulah beberapa contoh kekreatifan remaja ke arah yang benar. Tidak susah, bukan? Malah sangat gampang. Jadi tak ada lagi kata harus ini harus itu, karena semuanya pasti selalu ada sisi positif yang mengarah ke jalan lurus dan menjadikan kita remaja muslim yang sukses dalam pergaulan.
Nah, sebagai kesimpulan, ada 2 aspek penting dalam pergaulan seorang remaja dari 5 aspek diutarakan dalam fatwa Abu Syuqqah yang berhubungan dengan tema kita hari ini, yaitu:
1. Remaja perlu dibiasakan menahan diri melalui pembatasan dan pengawasan sehingga mampu gaul dengan jiwa yang bersih, seperti dibiasakan untuk berhijab. 2. Kita boleh bergaul dengan lawan jenis seluas-luasnya di segala bidang kehidupan, tentunya dengan tetap memerhatikan adab dan norma moralitas yang berlaku baik itu di masyarakat, apalagi dalam pandangan agama.
sebelumnya, maaf karena page linux tidak mendukung untuk ukuran potrait, jadi tunggu editan selanjutnya yah.
Top five table games with best player ratings - Casino of 10cric 10cric dafabet dafabet ラッキーニッキー ラッキーニッキー 296Play Online Slots For Real Money in Free | 2021 - ShootersCasino.com
BalasHapus