dan Roda Kehidupan Itu


      Satu satu, aku sayang ibu
      Dua dua, juga sayang ayah...
Sayup-sayup kudengar lagu seirama yang membuat aku semakin terhanyut dalam tidur nyenyakku. Lagu yang berbirama sama, dan endingnya dengan melodi yang sedikit naik. Lagu lama yag juga telah lama membekas di hati, yang bagai tak pernah lapuk di makan rayap jiwa yang semakin hari semakin bersemedi jauh dari titik pusaranya. Yang dulu. Ya, yang dulu. Sesuatu yang dulu yang tak akan pernah hilang dari ingatan. Yang akan selalu terpatri di benak, yang akan selalu tercantum dalam memori, yang akan selalu me-remind bahwa pernyataan ‘where there’s a will, there’s a way’ bear-benar adalah bukti yang nyata.

"RINDU"

Aku terhuyung, menjajaki napak tilas deru nafasku.
Baru kusadari Engkau telah begitu jauh,
Menggapai angan-angan surga di tepi barat.
          Aku mengenal-Mu, sangat mengenal-Mu
          Tapi itu dulu.

Pacaran? Menurut Gue Pacaran Itu...

     Sensasional! Kata pertama yang bisa saya ungkapkan hanya sensasional. Kenapa? Dimana-mana, orang yang menjalin relationship itu pasti penuh dengan sensasi alias selalu cari sensasi. Ada yang mengelak? Jangan bohong dengan hati kecil anda sendiri yang meskipun melakukan hubungan sembunyi-sembunyi, namun semua itu terasa tawar tanpa garam jika anda tak berorasi sedikit saja kepada dunia bahwa anda memiliki pujaan hati baru.

*3 tahun bersama 915 tercinta*



      MENIKMATI dunia-dunia SMP, yang kurang lebih tinggal 5 bulan lagi
      Sedu-sedan selama mengenakan seragam putih biru, mungkin tak akan pernah 
      terlupakan.
      Tangis.
      Canda.
      Tawa.
      Teriakan kelulusan.
      Adalah hal terindah yang selalu terekam dalam memori.

Bintil Merah Menyakitkan


         “Aaaaaa............”
         “Kenapa lo, Lang?”
         “Lihat nih, di jidat gue!”
         “Hahay, lo kena jerawat, Lang! Jerawat cinta tuh!”
         “Sumpe, lo?”
         Wulang tak henti-hentinya memandangi wajahnya di cermin. Tujuh belas tahun dia hidup di dunia yang ekstream ini (menurutnya), baru kali ini dia kena jerawat super besar yang bisa dibilang besarnya melebihi bisul merah di bokong adik semata wayangnya yang baru berumur enam bulan. Suatu rekor yang pantas direspon dengan kata WOW!, membuat sang pemilik ‘bintil merah’ semakin miris bahkan nyaris, mati!