Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan

Cinta, What Is It?

Cinta itu apa?
Cinta itu yang dijual di pasar? Harganya berapa? Oh, atau cinta itu yang dibuang tiap kali kita masuk toilet? Ahh, shit.
Selama ini pandagan teoritis tentang cinta memang tak jauh beda dengan sudut pandang, dengan cara berpikirku. Ketika dua orang yang berbeda dipertemukan Allah dalam satu rasa yang anak muda sekarang sering menyebutnya dengan ‘nyaman’, apakah itu telah termasuk dalam definisi cinta berdasarkan rumus-rumus kehidupan yang ada? 
Apa cinta itu seperti rumus fisika yang ketika dua muatan berbeda jenis didekatkan maka akan saling tarik menarik? Atau rumus biologi yang ketika sperma dan ovum yang masing-masing haploid (n) jika bertemu akan menghasilkan fetus dengan kombinasi diploid (2n)? Atau bahkan semenarik kimia di mana reaksi elektrolisis selalu melibatkan dua pasangan berbeda, katoda dan anoda yang nantinya bakal saling melengkapi dan menghasilkan e-sel?
ENTAHLAH!
Sampai saat inipun aku masih gila dengan yang namanya cinta. Bukan aku gila dengan cintanya, namun aku gila mengingat seberapa rumitnya definisi cinta yang banyak orang ‘katanya’ telah merasakannya. Ya, banyak orang telah merasakannya. Lalu, bagaimana dengan aku?
DEG! Darahku seakan berhenti berdesir.

MOVE UP vs MOVE ON?

Move up dengan move on sama? Ah, jangan salah!

Sebagai santriwati alias murid yang sehari-harinya melanglang dengan dunia pondok, pasti ada beberapa hal yang lebih kita ketahui dibanding orang lain. Bukannya sombong, namun disinlah letak kelebihan para tilmiyzun maupun tilmiyzatun yang Insya Allah kesehariannya selalu diberkahi Allah.

Salah satunya, yaaa persepsi move on di kalangan para remaja elit dan konsumtif akan suatu hubungan 'ga jelas'  yang akrabnya disapa pacaran.

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang teman dari Tangerang yang sedang berlibur di kampung halaman dan kebetulan dia juga adalah ekhemmmm... orang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup saya. Di bertanya kepada saya; Apakah saya sudah move on? Dengan tegas saya menjawab TIDAK! Dia sempat tertegun, tersentak, diam, lalu menatap mata saya dalam-dalam. Saya yang hanya duduk sambil melempar-lempar kaki  tersenyum tipis. Selang beberapa detik, saya kemudian menatap matanya yang seakan penuh tanda tanya lalu berkata pelan sambil mengernyitkan dahi; Saya tidak move on. Saya MOVE UP!

Catatan Hati Seorang Jomblo Edisi “Ketika Cintaku Terbatas Oleh Sabun”



Artikel ini kutulis pada malam ke-23 Ramadhan, tepatnya tanggal 21 Juli 2014 pada pukl setengah satu dini hari. Ya, it’s so midnight, right? Benar sekali! Tapi berbekal rasa keprihatinan mendalam, akhirnya kuberanikan menulis artikel ‘serba kekurangan’ ini dan melanjutkan keesokan subuhnya karena ternyata aku ketiduran! -_-‘
    Inspirasi dari pembuatan artikel ini sendiri berdasarkan hasil perbincangan hangatku lewat sms dengan seorang saudara sehati sejiwa dan sejomblo juga *alaynya diriku u,u* siapa lagi kalau bukan Muhammad Firdaus yang akrab aku sapa dengan panggilan ‘Nyet’.
Jadi ceritanya begini,

Masih Pantaskah?

Saat ketulusan untuk mencintai itu tumbuh.
Saat keikhlasan untuk menyayangi itu mulai meranggas.
Haruskah rasa acuh tak acuh mulai berkelana dalam jiwamu yang sepi?


Entah, entah harus berapa kali kuucap kata sayang padamu.
Entah, entah harus berapa banyak perhatian berlebih yang sengaja terpatri untukmu,
Entah, entah harus berapa lembar tulisan akan rasaku tentangmu,
Namun kau tetap diam, membisu.
Namun kau tetap diam, berdiri di sana sambil berkata “Untuk saat ini kita itu teman, tidak lebih”
Tuhan pasti tahu.
Tuhan pasti tahu.
Kecintaanku padamu bukan sekedar cinta belaka.
Kecintaanku padamu bukan sekedar cerita narasi semu.
Kecintaanku padamu bukan sekedar kisah dongeng sang putri yang begitu merindukan pangerannya.
Kecintaanku padamu adalah sebuah rona kemerah-merahan,
yang akan tampak ketika kau menyadari, betapa hatiku menginginkanmu.

All About Twenty One (Madness Edition :))

Mad...
Kau tahu tidak? 
Semenjak tanggal 21 Desember 2012 yang lalu hatiku itu gak bisa berhenti nangis!
Ya, nangis mikirin kamu.
Nangi mikirin planning-planning indah yang ternyata tersendat di tengah jalan.
Mad...
Kau ingat tidak?
Waktu tanggal 21 Mei 2012 yang lalu kau betul-betul mengubah hidup aku!
Aku yang serba cuek akanmu, aku yang serba tak peduli dengan berbagai tingkahmu,
Saat itu berbalik seratus delapan puluh derajat.

Love's Lollypop -_-


       Berbicara tentang anak manusia, pastinya tak pernah terlepas dari apa yang namanya cinta. Satu hal tersulit yang selalu menimbulkan satu, dua, tiga hingga seribu penafsiran atau hipotesa yang bisa dibilang semuanya benar. Katanya cinta itu indah, benar juga. Katanya cinta itu bikin kita terbang, benar juga. Katanya cinta itu cuma di awal yang WOW!, benar juga. Katanya cinta itu cuma bikin sakit, benar juga. Banyak banyak banyak sekali pernyataan yang membenarkan bahwa cinta itu plin-plan. Protes? Coba pikir secara sistematis dan logikamatis. Jangankan orang pacaran, suami istri yang telah mengikat janji setia saja masih ada yang kepikiran untuk mencari hati yang lain. Benar, tidak? Berdasarkan persepsi abal-abal ini, maka jangan heran kalau aku berinisiatif untuk membuat catatan kecil tentang perjalanan cinta super-duper ‘kuker’ku kali ini. Ya, tentunya setelah mengecap bagaimana pahit kecutnya suatu permen lolipop bernama CINTA.

Petuah Cinta Sepucuk Angpau Merah


ü Cinta itu macam musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya sudah lama berhenti.

ü Cinta sejati laksana sungai besar. Mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti, semakin lama semakin besar sungainya, karena semakin lama semakin banyak anak sungai perasaan yang bertemu.

ü Cinta sejati adalah perjalanan; tidak pernah memiliki ujung, tujuan, apalagi hanya sekedar muara. Air di laut akan menguap, menjadi hujan, turun di gunung-gunung tinggi, kembali menjadi ribuan sungai perasaan, lantas menyatu menjadi sungai besar layaknya Sungai Kapuas maupun Sungai Saddang. Siklus itu tak pernah berhenti, begitu pula dengan cinta.

Pesantren? Nyesekkin? Oh, NO!

Namaku Nadya, umur 16 tahun. Cukup tua, bukan? Jika dilihat dari body-ku yang imut pake ‘b.g.t’ (huahaaha XD), orang-orang pasti gak bakal percaya kalau aku sudah kelas 1 SMA, sudah 16 tahun pula. Namun, beginilah aku. Aku sudah sangat terbiasa mendapatkan ocehan-ocehan yang kadang ‘agak’ mengiris hati. Mau bilang apa lagi coba? Itu sudah kenyataan kok, jadi hadapi saja. Untung aku orangnya bukan tipe pendendam.
Aku juga alhamdulillah tidak pernah berkecil hati dengan itu semua, malah aku bersyukur karena di balik semua kekuranganku terdapat seribu-dua ribu kelebihan yang membuat banyak orang tercengang! (lebay mode on :/)

Muda-Mudi di Era Perkembangan Global


Capek bertutur tentang cinta, cinta, dan cinta... saatnya kita 'magosip' lagi tentang gaya colourfull remaja saat ini. Dengan beberapa perhitungan yang 'kurang matang', serta fakta dari beberapa ahli, saya akhirnya berani menyimpulkan pelbagai rangkaian kalimat-kalimat 'wah' di bawah ini. chek this out...

Layaknya yang kita ketahui, kata ‘remaja’ adalah salah satu unsur komunitas terbesar yang tak dapat dipisahkan dari globalisasi dunia saat ini, apa itu berkaitan dengan norma, hukum, maupun moralitas atau akhlak. Remaja yang terlahir sebagai khalifah ‘junior’ di bumi adalah individu atau organisme yang dipersiapkan untuk menjadi khalifah ‘senior’ di puncak kematangannya nanti, yaitu ketika menduduki usia dewasa.
Namun, apakah dengan menyangkut potensi di atas seorang remaja bisa dengan seyogyanya mengeluarkan semua unek-unek atau kekreatifan ‘abal-abalnya’? Tidak! 

Perandaian Cinta Versi Ongel-Ongel

Mencintai orang sepertimu bagaikan memeluk kaktus yang sudah gundul durinya
Meskipun sudah mulus, namun pasti ada saja beberapa duri yang tertinggal
Semakin dipeluk semakin terasa sakitnya
Andai kau bisa mengerti, sekaaali saja
Rasa sakit itu tiap hari makin bertambah
Namun tetap kucoba kutepis meskipun terlalu pahit rasanya

Kicauan Kami Selama di Ma'had XD

     Berikut ini adalah beberapa cuap-cuap gadis-gadis 915 yang besar dan digembleng habis-habisan di ma'had selama 3 tahun lamanya. Siap-siap ambil minyak kayu putih sebelum perut anda mules karena beberapa salinan di bawah ini 'mungkin' akan mengocok perut :D


@Ikha: Saat lari subuh keliling kampus (karena telat shalat subuh berjamaah) saya jatuh disamping aula mini.

Pacaran? Menurut Gue Pacaran Itu...

     Sensasional! Kata pertama yang bisa saya ungkapkan hanya sensasional. Kenapa? Dimana-mana, orang yang menjalin relationship itu pasti penuh dengan sensasi alias selalu cari sensasi. Ada yang mengelak? Jangan bohong dengan hati kecil anda sendiri yang meskipun melakukan hubungan sembunyi-sembunyi, namun semua itu terasa tawar tanpa garam jika anda tak berorasi sedikit saja kepada dunia bahwa anda memiliki pujaan hati baru.

*3 tahun bersama 915 tercinta*



      MENIKMATI dunia-dunia SMP, yang kurang lebih tinggal 5 bulan lagi
      Sedu-sedan selama mengenakan seragam putih biru, mungkin tak akan pernah 
      terlupakan.
      Tangis.
      Canda.
      Tawa.
      Teriakan kelulusan.
      Adalah hal terindah yang selalu terekam dalam memori.

Perjalanan Kami Bersama di Archery 915

Archery 915 terbentuk pada tanggal 09 Desember 2009.. beberapa hari sebelum ulangan semester satu pada saat kami semua masih duduk di bangku kelas 1. Archery 915 merupakan periode yang menempati angkatan 45 dalam sejarah berdirinya IMMIM Putri Minasate'ne Pangkep. Awalnya periode ini di beri nama oleh Kak An-Nisaa Nurzaak yaitu FELIX,