Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan

Jingga Biru Langit

Aku masih di sini.
Meratapi deru-deru debu yang beterbangan.
Menapaki napak tilas jejak nafasku.
Aku masih di sini.
Meratapi senja, yang terkadang meluluhkan semua egoku.
Tentang cinta, kasih, dan kedamaian di bumi.

Bodoh (Terkagum Pada Burung)


Saat semilir angin berdesir
Aku terbawa suatu suasana hati yang merambah jauh ke luar samudera sana
Jiwaku melayang, terbang, tinggi, setinggi yang aku bisa
Mataku mungkin benar-benar telah dibutakan
Oleh sesosok raut nan datar
Meski tak sepolos yang aku kira
                Masih teringat binar-binar cahaya kelembutan
                Yang dengan sengajanya memaksa pupil mata ini  
                                                                                Untuk terbuka lebar, selebar mungkin
                Desis rasa yang seyogyanya mengharu biru
                Dengan sakitnya harus terhidrasi bersama dengan segala tingkah
                Dan waktu
                Yang masih ingin tetap diam
                Sunyi, senyap, tanpa ada hembusan nafas

DULU 'sixth note xD'

 
Jika kau pernah mencintai dan menerima aku apa adanya
Apa susahnya untuk komitmen dan konsisten dengan hal sekecil itu?
Jika kau pernah berjanji untuk menjadi seorang pahlawan
Apa susahnya untuk tetap melanjutkan perjuangan tersebut?
Jika kau pernah luruh dalam suatu rasa akan cinta pertamamu
Apa susahnya untuk terus larut dalam keluruhan indah tersebut?

Mencari Ridha-Mu

Kutemukan jalan setapak berbatu
Dalam mimpi panjang yang bagai tak pernah usai
Kulangkahkan kaki kecilku menyusuri waktu
Yang kelam tanpa bintang untuk menghiasi nurani

"RINDU"

Aku terhuyung, menjajaki napak tilas deru nafasku.
Baru kusadari Engkau telah begitu jauh,
Menggapai angan-angan surga di tepi barat.
          Aku mengenal-Mu, sangat mengenal-Mu
          Tapi itu dulu.